Logo SantriDigital

Keutamaan mendidik anak

Khutbah Jumat
A
Abu Shanum Ath-thuraifah
6 Mei 2026 4 menit baca 2 views

أَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ...

أَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. Sidang Jemaah Jumat yang berbahagia, Alhamdulillah, tak terhingga pujian kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala. Di hari yang penuh berkah ini, kita kembali diundang untuk merenungi hakekat keberadaan kita, memperteguh iman, dan mengharapkan limpahan rahmat dan ampunan-Nya. Pada kesempatan ini, izinkan saya mengajak diri kita sekalian untuk senantiasa menjaga diri dari murka-Nya dengan senantiasa bertakwa. Dan di antara bentuk ketakwaan yang sangat mulia, yang seringkali menjadi ladang pahala sekaligus ujian terberat bagi kita, adalah amanah mendidik anak-anak kita. Betapa sering kita melalaikan hak mereka, terbuai oleh kesibukan dunia, sehingga lupa bahwa mereka adalah titipan berharga yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Sang Pencipta. Mendidik anak adalah tugas suci yang membutuhkan kesungguhan, kesabaran, dan ilmu. Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an surat At-Tahrim ayat 6: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ. "Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah diri-diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat yang kasar lagi keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." Ayat ini begitu tegas mengingatkan kita. Peliharalah dirimu, dan peliharalah keluargamu. Mendidik anak bukan hanya sekadar memberikan makan dan pakaian, tetapi membentengi mereka dari api neraka, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Ini adalah tanggung jawab yang tak ringan. Apakah kita sudah memberikan pendidikan yang terbaik bagi buah hati kita? Apakah kita telah menanamkan nilai-nilai keimanan, akhlaq mulia, dan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi mereka? Atau justru kita membiarkan mereka larut dalam kecanggihan teknologi tanpa kontrol, terpengaruh oleh arus informasi yang menyesatkan, tanpa bekal yang cukup untuk menghadapi ujian hidup? Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Renungkanlah, betapa beruntungnya kita jika lahir dari rahim seorang ibu yang shalehah, dididik oleh ayah yang bijaksana. Betapa beruntungnya kita jika orang tua kita senantiasa membekali kita dengan doa dan tuntunan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ، وَإِنَّ نَبِيَّ اللهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَامُ كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ. "Tidaklah seseorang memakan satu makanan pun yang lebih baik daripada hasil dari usaha tangannya sendiri. Sesungguhnya Nabi Allah Daud 'alaihi salam makan dari hasil usaha tangannya sendiri." (HR. Bukhari) Hadits ini menggambarkan kemuliaan kerja keras dan kemandirian. Namun, ia juga menyiratkan sebuah pelajaran penting. Nabi Daud 'alaihissalam, seorang raja yang berkuasa, tetap memilih untuk makan dari hasil jerih payahnya. Ini menunjukkan betapa pentingnya mengajarkan anak-anak kita nilai-nilai kerja keras, keikhlasan, dan kemandirian sejak dini. Jangan sampai kita memanjakan mereka secara berlebihan, sehingga tumbuh menjadi pribadi yang lemah dan tak mampu berjuang di kehidupan nyata. Kita wajib mengajarkan mereka agar menjadi pribadi yang tangguh, yang kelak mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan agama. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Ingatlah, anak-anak kita adalah investasi terbesar kita di akhirat kelak. Doa anak yang sholeh adalah salah satu dari tiga amalan yang akan terus mengalir pahalanya, bahkan setelah kita meninggal dunia. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ : إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ. "Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak sholeh yang mendoakannya." (HR. Muslim) Subhanallah! Betapa besar anugerah dan janji Allah kepada para orang tua yang berhasil mendidik anak-anak mereka menjadi pribadi yang sholeh dan sholehah. Anak-anak yang tidak hanya menjadi penyejuk mata di dunia, tetapi juga menjadi penyelamat dari siksa neraka dan penolong di Yaumil Qiyamah. Apakah kita sudah menanamkan kebiasaan baik ini pada anak-anak kita? Kebiasaan membaca Al-Qur'an, kebiasaan shalat berjamaah, kebiasaan berbakti kepada orang tua, kebiasaan berkata jujur dan beradab. Maukah kita melihat anak-anak kita kelak berdiri di hadapan Allah dalam keadaan menyesal karena kita lalai dalam mendidik mereka? Air mata penyesalan di hari kiamat nanti takkan berguna. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Marilah kita bermuhasabah diri. Apakah kita telah menjadi teladan terbaik bagi anak-anak kita? Apakah perkataan kita sejalan dengan perbuatan kita? Sungguh, anak-anak belajar lebih banyak dari apa yang mereka lihat, daripada apa yang mereka dengar. Jadilah orang tua yang bijak, yang senantiasa membimbing dengan penuh kasih sayang, namun tetap tegas dalam menegakkan syariat Allah. Jangan biarkan dunia yang fana ini menguasai hati kita, sehingga kita lupa akan hakikat penciptaan dan tujuan akhir kita. Sungguh, mendidik anak adalah amanah yang berat, namun penuh dengan keutamaan. Ia membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, dan harta. Namun, ketahuilah, setiap tetes keringat kita dalam mendidik mereka atas dasar iman dan taqwa, akan menjadi saksi bisu di hadapan Allah. Kelak, ketika kita berdiri di hadapan-Nya, kita berharap dapat melihat anak-anak kita menjadi sholeh-sholehah, yang berbakti kepada kita, dan menjadi bekal terbaik untuk kita di akhirat kelak. Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami penyejuk mata bagi kami, dan jadikanlah mereka pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →